<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments for Majalah Film /F/</title>
	<atom:link href="http://majalahfilm.com/comments/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majalahfilm.com</link>
	<description>Tidak Sekadar Menonton ...</description>
	<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 16:00:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>Comment on Romantisme Islami &#8220;Ayat-Ayat Cinta&#8221; by Romantisme islami&#8221;AYAT-AYAT CINTA&#8221; &#171; Solihatbudisetiyadi&#8217;s Weblog</title>
		<link>http://majalahfilm.com/romantisme-islami-ayat-ayat-cinta-19.php#comment-28</link>
		<dc:creator>Romantisme islami&#8221;AYAT-AYAT CINTA&#8221; &#171; Solihatbudisetiyadi&#8217;s Weblog</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 18:26:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahfilm.com/?p=19#comment-28</guid>
		<description>[...] Saya tidak tahu, apa sebenarnya yang ada di dalam pikiran muslim (sekali lagi, ‘muslim’… bukan ‘muslimah’) kita. Selama ini kita terlalu sibuk berkoar-koar mencari tahu: apakah surat An-Nisa itu sebetulnya memperbolehkan poligami atau tidak. Tapi, bagaimana dengan apa yang ada di isi kepala kaum muslim itu sendiri? Apakah mereka ingin poligami? Atau tidak ingin, meski istrinya (seperti halnya Aisya dalam novel AAC) sudah menyuruhnya menikah lagi. read more » [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Saya tidak tahu, apa sebenarnya yang ada di dalam pikiran muslim (sekali lagi, ‘muslim’… bukan ‘muslimah’) kita. Selama ini kita terlalu sibuk berkoar-koar mencari tahu: apakah surat An-Nisa itu sebetulnya memperbolehkan poligami atau tidak. Tapi, bagaimana dengan apa yang ada di isi kepala kaum muslim itu sendiri? Apakah mereka ingin poligami? Atau tidak ingin, meski istrinya (seperti halnya Aisya dalam novel AAC) sudah menyuruhnya menikah lagi. read more » [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Monyet Itu Baik-baik Saja by Admin, Sandika Digital Media</title>
		<link>http://majalahfilm.com/monyet-itu-baik-baik-saja-4.php#comment-14</link>
		<dc:creator>Admin, Sandika Digital Media</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 04:37:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahfilm.com/?p=4#comment-14</guid>
		<description>Hallo,

MAJUKAN FILEM-FILEM Indonesia....

Kami memiliki beberapa koleksi film di rubrik www.seleb.tv bagian music klip dan video klip. Juga ada di www.videoku.tv


Performance VIDEO dari server kami jauh lebih baik dibandingkan YOUTUBE karena lokasi kami di Indonesia.

Silahkan EMBED video tersebut untuk ditayangkan dimanapun dengan tujuan memajukan industry Music dan FILM di Indonesia.

Kalau anda memiliki FILM yang bisa kami tayangkan, silahkan menghubungi redaksi@seleb.tv untuk kami tayangkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo,</p>
<p>MAJUKAN FILEM-FILEM Indonesia&#8230;.</p>
<p>Kami memiliki beberapa koleksi film di rubrik <a href="http://www.seleb.tv" rel="nofollow">http://www.seleb.tv</a> bagian music klip dan video klip. Juga ada di <a href="http://www.videoku.tv" rel="nofollow">http://www.videoku.tv</a></p>
<p>Performance VIDEO dari server kami jauh lebih baik dibandingkan YOUTUBE karena lokasi kami di Indonesia.</p>
<p>Silahkan EMBED video tersebut untuk ditayangkan dimanapun dengan tujuan memajukan industry Music dan FILM di Indonesia.</p>
<p>Kalau anda memiliki FILM yang bisa kami tayangkan, silahkan menghubungi <a href="mailto:redaksi@seleb.tv">redaksi@seleb.tv</a> untuk kami tayangkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Romantisme Islami &#8220;Ayat-Ayat Cinta&#8221; by robby</title>
		<link>http://majalahfilm.com/romantisme-islami-ayat-ayat-cinta-19.php#comment-11</link>
		<dc:creator>robby</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 04:49:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahfilm.com/?p=19#comment-11</guid>
		<description>ketika saya membaca novel ini, yang saya rasakan secara pribadi adalah ketika seseorang sangat yakin akan apa yang di yakini dalam hal ini Agama dan Tuhannya maka dia akan menjalaninya dengan penuh keyakinan dan tidak akan takut akan sesuatu apapun karena mereka akan semua itu...itu yang saya dapatkan banyak dari novel ini bukan mengenai muslim yang sempurna, atau poligaminya...dan ketika saya menonton film ini saya sangat kecewa dengan tokoh fahri....karena dalam bayangan saya dia adalah seorang keturunan jawa yang berkulit sawo matang atau hitam yang notabene jebolan pesanten langitan dengan sedikit penyakit kulit pada tubuhnya bukan seorang lelaki yang berkulit putih, dan ganteng. Jika memang fahri penampilannya seperti yang digambarkan pada filmnya, jangankan dia baik budinya...brengsekpun masih akan ada yang menyukainya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ketika saya membaca novel ini, yang saya rasakan secara pribadi adalah ketika seseorang sangat yakin akan apa yang di yakini dalam hal ini Agama dan Tuhannya maka dia akan menjalaninya dengan penuh keyakinan dan tidak akan takut akan sesuatu apapun karena mereka akan semua itu&#8230;itu yang saya dapatkan banyak dari novel ini bukan mengenai muslim yang sempurna, atau poligaminya&#8230;dan ketika saya menonton film ini saya sangat kecewa dengan tokoh fahri&#8230;.karena dalam bayangan saya dia adalah seorang keturunan jawa yang berkulit sawo matang atau hitam yang notabene jebolan pesanten langitan dengan sedikit penyakit kulit pada tubuhnya bukan seorang lelaki yang berkulit putih, dan ganteng. Jika memang fahri penampilannya seperti yang digambarkan pada filmnya, jangankan dia baik budinya&#8230;brengsekpun masih akan ada yang menyukainya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Love in the Time of Cholera by vidie</title>
		<link>http://majalahfilm.com/love-in-the-time-of-cholera-9.php#comment-10</link>
		<dc:creator>vidie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 09:01:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahfilm.com/?p=9#comment-10</guid>
		<description>seharusnya film yang di anggap bagus dan laku dipasaran,mengapa tidak di putar ulang dengan versi tambahan biar lebih dari film yang sebelumnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>seharusnya film yang di anggap bagus dan laku dipasaran,mengapa tidak di putar ulang dengan versi tambahan biar lebih dari film yang sebelumnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Black President of America by domi</title>
		<link>http://majalahfilm.com/black-president-of-america-12.php#comment-9</link>
		<dc:creator>domi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 10:42:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahfilm.com/?p=12#comment-9</guid>
		<description>good, ada mjalah movie yg bisa di download gratis ga ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>good, ada mjalah movie yg bisa di download gratis ga ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Potret Sunyi Sang Juru Foto by Ronggi</title>
		<link>http://majalahfilm.com/potret-sunyi-sang-juru-foto-1.php#comment-8</link>
		<dc:creator>Ronggi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 14:31:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-8</guid>
		<description>Mungkin sudah sangat telat untuk saya memberikan komentar film ini. Meminjam bahasa anak sekarang, sudah basi! Akan tetapi, setelah membaca review mas Wicaksono Adi, membuat saya tergerak untuk mengomentari film ini. Saya setuju dengan mas Adi kalau akting Lim Kay Tong di film ini cukup bagus. Kemudian suasana yg coba dibangun si sutradara juga berhasil menampilkan aura yang suram dan gelap. Akan tetapi, menurut saya, akting Shanti dan Lukman Sardi kurang bagus. Ini terlihat dari pengucapan logat Jawa yg terputus-putus. Maksud saya, di awal-awal film, logat Jawa yang diucapkan oleh Shanti dan Lukman Sardi cukup kental. Waktu film berjalan logatnya terputus-putus (kurang fasih), kadang medok, kadang tidak. Itu berlangsung hingga akhir film. Misalkan pada waktu Sita menelpon anaknya di Jawa. Dalam adegan ini, logat Jawa yang diucapkannya tersendat-sendat. Sedangkan tokoh germo yang diperankan Lukman Sardi juga demikian. Ada adegan si "germo" mengejar Sita ke kontrakannya. Disitu ia berteriak-teriak. Logat Jawa yang pada awal film terdengar cukup kental, langsung hilang. Ini menyebabkan sosok Sita dan juga si "germo" yang berasal dari Jawa kurang bisa ditampilkan secara utuh dan dalam. Atau, apakah justru kedua orang ini sudah lama tinggal di Jakarta, menyebabkan logatnya tidak begitu kental lagi. Apakah memang itu yang diingkan sutradara? Saya tidak tahu. Satu lagi catatan saya mengenai akting Shanti. Menurut saya, bahasa tubuh yang ditampilkannya juga tidak terlalu baik. Sosok kampungan seorang Sita kurang bisa ditunjukkan secara maksimal. Ini terlihat pada waktu Sita menyapu lantai, lalu memncoba membuka kotak "pandora" si juru foto. Disini, gerakan yang dilakukan Shanti terlalu cepat, agak terburu-buru. Terkesan ada sosok asli Shanti yang muncul. Padahal, menurut saya, untuk menampilkan sosok wanita Jawa (walaupun ia seorang pelacur), itu harus kalem. Atau, lagi-lagi, apakah itu yang memang diinginkan sang sutradara? Saya tidak tahu. Yang menurut saya aktingnya bagus, selain Lim Kay Tong, adalah peran banci yang dimainkan Nicholas Saputra. Ia mampu menipu penonton, walaupun hanya tampil sebentar. Penonton tidak akan menduga kalau itu adalah Niko. Demikian komentar saya. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Lagi pula, saya bukanlah pengamat film sejati. Saya hanya penikmat film yang belum bisa bikin film.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin sudah sangat telat untuk saya memberikan komentar film ini. Meminjam bahasa anak sekarang, sudah basi! Akan tetapi, setelah membaca review mas Wicaksono Adi, membuat saya tergerak untuk mengomentari film ini. Saya setuju dengan mas Adi kalau akting Lim Kay Tong di film ini cukup bagus. Kemudian suasana yg coba dibangun si sutradara juga berhasil menampilkan aura yang suram dan gelap. Akan tetapi, menurut saya, akting Shanti dan Lukman Sardi kurang bagus. Ini terlihat dari pengucapan logat Jawa yg terputus-putus. Maksud saya, di awal-awal film, logat Jawa yang diucapkan oleh Shanti dan Lukman Sardi cukup kental. Waktu film berjalan logatnya terputus-putus (kurang fasih), kadang medok, kadang tidak. Itu berlangsung hingga akhir film. Misalkan pada waktu Sita menelpon anaknya di Jawa. Dalam adegan ini, logat Jawa yang diucapkannya tersendat-sendat. Sedangkan tokoh germo yang diperankan Lukman Sardi juga demikian. Ada adegan si &#8220;germo&#8221; mengejar Sita ke kontrakannya. Disitu ia berteriak-teriak. Logat Jawa yang pada awal film terdengar cukup kental, langsung hilang. Ini menyebabkan sosok Sita dan juga si &#8220;germo&#8221; yang berasal dari Jawa kurang bisa ditampilkan secara utuh dan dalam. Atau, apakah justru kedua orang ini sudah lama tinggal di Jakarta, menyebabkan logatnya tidak begitu kental lagi. Apakah memang itu yang diingkan sutradara? Saya tidak tahu. Satu lagi catatan saya mengenai akting Shanti. Menurut saya, bahasa tubuh yang ditampilkannya juga tidak terlalu baik. Sosok kampungan seorang Sita kurang bisa ditunjukkan secara maksimal. Ini terlihat pada waktu Sita menyapu lantai, lalu memncoba membuka kotak &#8220;pandora&#8221; si juru foto. Disini, gerakan yang dilakukan Shanti terlalu cepat, agak terburu-buru. Terkesan ada sosok asli Shanti yang muncul. Padahal, menurut saya, untuk menampilkan sosok wanita Jawa (walaupun ia seorang pelacur), itu harus kalem. Atau, lagi-lagi, apakah itu yang memang diinginkan sang sutradara? Saya tidak tahu. Yang menurut saya aktingnya bagus, selain Lim Kay Tong, adalah peran banci yang dimainkan Nicholas Saputra. Ia mampu menipu penonton, walaupun hanya tampil sebentar. Penonton tidak akan menduga kalau itu adalah Niko. Demikian komentar saya. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Lagi pula, saya bukanlah pengamat film sejati. Saya hanya penikmat film yang belum bisa bikin film.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Love in the Time of Cholera by Ronggi</title>
		<link>http://majalahfilm.com/love-in-the-time-of-cholera-9.php#comment-7</link>
		<dc:creator>Ronggi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 13:36:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahfilm.com/?p=9#comment-7</guid>
		<description>Terus terang, saya belum sempat menonton film ini. Tapi membaca review mas Eka Kurniawan, membuat saya terkagum-kagum. Saya kagum bukan pada si sutradara ataupun si penulis skenario film ini. Melainkan kepada si pembuat review, yaitu mas Eka Kurniawan sendiri. Ia secara detail dan meyakinkan mampu menganalisa sekaligus membandingkan film ini dengan novel aslinya. Ia dengan berani mengemukakan pendapatnya mengenai apa yang seharusnya dilakukan para sineas untuk mengadaptasi sebuah novel. Wah jadi penasaran nih mas. Nanti kalau punya uang, saya akan coba cari film ini, karena di bioskop sudah tidak ada.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terus terang, saya belum sempat menonton film ini. Tapi membaca review mas Eka Kurniawan, membuat saya terkagum-kagum. Saya kagum bukan pada si sutradara ataupun si penulis skenario film ini. Melainkan kepada si pembuat review, yaitu mas Eka Kurniawan sendiri. Ia secara detail dan meyakinkan mampu menganalisa sekaligus membandingkan film ini dengan novel aslinya. Ia dengan berani mengemukakan pendapatnya mengenai apa yang seharusnya dilakukan para sineas untuk mengadaptasi sebuah novel. Wah jadi penasaran nih mas. Nanti kalau punya uang, saya akan coba cari film ini, karena di bioskop sudah tidak ada.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Monyet Itu Baik-baik Saja by dian</title>
		<link>http://majalahfilm.com/monyet-itu-baik-baik-saja-4.php#comment-6</link>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 07:55:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahfilm.com/?p=4#comment-6</guid>
		<description>kapan main di Semarang yak??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kapan main di Semarang yak??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Monyet Itu Baik-baik Saja by doro</title>
		<link>http://majalahfilm.com/monyet-itu-baik-baik-saja-4.php#comment-4</link>
		<dc:creator>doro</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 11:32:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahfilm.com/?p=4#comment-4</guid>
		<description>eh, majalah film ada website-nya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eh, majalah film ada website-nya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Monyet Itu Baik-baik Saja by watun</title>
		<link>http://majalahfilm.com/monyet-itu-baik-baik-saja-4.php#comment-3</link>
		<dc:creator>watun</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 11:31:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://majalahfilm.com/?p=4#comment-3</guid>
		<description>selamat ya, filmnya bagus. film ini enggak seperti film indonesia biasanya ... satu lagi, film ini sangat djenar banget!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat ya, filmnya bagus. film ini enggak seperti film indonesia biasanya &#8230; satu lagi, film ini sangat djenar banget!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Code -->
